Wednesday, November 1, 2017

Berikut Contoh-contoh Judul Skripsi Program Studi Tafsir dan Hadits



Abdul Basit, Kematian dalam al-Qur’an Perspektif Ibn Kathīr, 2014.
Aceng Muhtar Rosadi. Qiṣāṣ dalam Surat al-Isrā’ Ayat 33 Menurut al-Qurṭubī (Studi Kritis Terhadap Pelaksanaan Hukum Mati dengan Lethal Injection), 2014.
Ahmad Damanhury AR. Penggunaan kata Taklif dalam al-Qur’an, 2014.
Ahmad Fauzan. Penafsiran Isyārī pada Ayat Ma’rifat dan Mahabbah dalam Tafsīr Rūh al-Ma’ānī, 2014.
Ai Popon Fatimah. Salam terhadap Non Muslim Perspektif Hadis, 2014.
Alfionitazkiyah. Keadilan dalam al-Qur’an (Analisis Kata al-Qisth pada Berbagai Ayat), 2014.
Amiruddin Natonis. Dimensi Kemusyrikan Perspektif al-Qur’an: Studi Kasus Masyarakat Desa Pilli NTT Nusa Tenggara Timur, 2014.

Monday, October 30, 2017

Harta Halal di Tangan Orang Shaleh adalah Pondasi Kehidupan (Pemikiran Imam Hasan al-Banna tentang Ekonomi)



 (Pemikiran Imam Hasan al-Banna tentang Ekonomi)

Dalam kitab “Majmu’ah Rasa’il” Imam al-Banna menyebutkan prinsip-prinsip yang penting terkait dengan ekonomi. Hal ini dapat menjadi pegangan dan panduan bagi para aktivis dakwah dalam kegiatan ekonomi. Prinsip pertama adalah bahwa harta yang halal merupakan pondasi kehidupan yang ideal dan harmonis. Oleh karena itu, setiap orang shaleh harus mengejar harta halal tersebut kemudian berusaha memelihara dan mengembangkannya.

Islam menurut Imam Syahid adalah agama yang memuji adanya harta yang halal dan baik. Islam juga memuliakan orang kaya yang pandai bersyukur sehingga hartanya yang melimpah tersebut dapat digunakan untuk kemaslahatan orang banyak demi meraih ridha Allah. Adanya nilai zuhud dalam Islam, tidak menunjukkan bahwa Islam memerintahkan seorang Muslim untuk hidup dalam kefakiran dan kemiskinan. Zuhud dan kemiskinan adalah

5 Ciri Orang Beriman (Kajian Surat as-Sajdah ayat 15-17)

 (Kajian Surat as-Sajdah ayat 15-17)


إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.

Thursday, October 12, 2017

Tiga Pengetahuan Prioritas Bagi Manusia


Abdul Majid Az-Zindany dalam bukunya “Al-Iman” menyebutkan ada tiga skala prioritas ilmu yang harus dikuasai seseorang yang beriman kepada Allah. Skala prioritas ini sangat penting mengingat keterbatasan-keterbatasan yang ada. Bukankah setiap orang memiliki waktu yang terbatas, dana yang terbatas, dan energi yang terbatas? Segala keterbatasan tersebut hendaknya diiringi dengan kebijakan manusia dalam menentukan skala prioritas termasuk dalam memilih ilmu yang harus ia pelajari.

Tidak akan Ada yang Terlewatkan

Oleh: Dr. Abdul Ghoni,M.Hum.
Pada hari akhir nanti semua orang akan menerima buku catatan amalnya selama di dunia. Buku catatan itu akan diberikan kepada setiap kita yang hidup di dunia. Pada saat itu sebagian orang akan terkaget-kaget dan dipenuhi rasa ketakutan yang tak terhindarkan. Ada apa gerangan? Karena buku catatan amal yang disodorkan memuat informasi yang sangat detail dan sangat lengkap.